Hello, I'm Aji Nur Hakim. Welcome to my blog.
I write what I thought, and share what I wrote.
Read and enjoy!

Tampilkan postingan dengan label Ayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ayah. Tampilkan semua postingan
Ayah pasti khawatir kan ketika aku bilang aku sedang sakit?
Memikirkan apakah aku makan dengan baik, hidup dengan baik
Ayah pasti khawatir di sana
Bagaimana bisa aku selalu pura-pura menyembunyikan bahwa aku tidak baik-baik saja?
Sebagai manusia, aku mempunyai batas untuk bersikap baik-baik saja
Aku lelah berucap aku baik-baik saja

Aku tidak baik-baik saja, ayah
Aku sakit
Aku sakit dan butuh kasih sayang
Aku merindukan rumah
Aku tidak butuh obat, ayah

Aku butuh engkau di sisiku

1 Februari 2014

Ayah Part II

Ayah. Apa yang bisa ku katakan mengenai dia? Dia bahkan terlalu sempurna untuk dikategorikan sebagai ayah.

Ayah. Apa yang tidak bisa kubanggakan dari dia. Seorang pemimpin keluarga yang selalu puasa Senin-Kamis semenjak remaja. Seorang pemimpin yang tidak pernah melewatkan sholat fardu dan sunnah.

Ayah. Apa yang tidak bisa dia kerjakan. Menyapu, mengepel, memasak, sudah pernah dia jalani. Memanjat pohon, bahkan berkebun.

Ayah. Apa yang tidak dia tahu. Peta Indonesia bahkan peta dunia dia lahap. Sejarah, ekonomi, sosial, budaya, dia anggap enteng.

Ayah. Apa yang tidak dia baca. Koran menjadi santapan sehari-hari.

Hanya satu yang tidak bisa dia lakukan. Dia tidak bisa bersedih di depan anak dan istrinya. Ayah tidak pernah menangis, ayah tidak pernah marah, ayah tidak pernah mengeluh. Ayah tidak pernah menyuruh, ayah hanya akan meminta.


Ayah. Makhluk sempurna calon penghuni surga itu, ayahku, aku mencintaimu.

Ayah